ROKET HAMAS

roket-1

Salah satu senjata yang banyak diperbincangkan selama berlangsungnya serangan Israel di Jalur Gaza yang dimulai 27 Desember 2008 adalah roket Hamas. Roket-roket itu, menurut Israel, ditembakkan ke sejumlah kota di wilayahnya. Berbeda dengan Israel yang bisa mengerahkan persenjataan udara, laut dan darat yang berteknologi tinggi, roket bersama mortir itulah yang jadi tulang punggung persenjataan Hamas.

Sejak tahun 2008, pihak Hamas, seperti dicatat Israel, telah menembakkan 1.750 roket (dan 1.528 peluru mortir), 2 kali lebih banyak dibandingkan tahun 2007 dan 2006 serta 5 kali lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (GlobalSecurity.org).

Dengan roket itu pula Hamas bisa memberi ancaman lebih terhadap kota-kota Israel. Sebelum 2008, hanya kota Sderot (berpenduduk 20.000 jiwa) dan wilayah sekitar Jalur Gaza yang bisa menjadi sasaran roket. Namun, pada tahun 2008, pihak Hamas bisa menarget kota Ashkelon dan Netivot. Malah sejak Israel melancarkan agresi yang diberi nama sandi Operasi Cast Lead, Hamas bisa meluncurkan roket ke kota yang lebih jauh, seperti Ashdod dan Beersheba.

Kemajuan kemampuan jangkauan roket Hamas tersebut dibandingkan dengan peralatan militer Israel yang disokong penuh Amerika Serikat, tentu roket hamas belum setara ! Tetapi dalam banyak foto, kita sering melihat pejuang Hamas mengusung roketnya. Sebagian memang panjangnya hanya 80 cm sehingga cukup ditenteng.

Fox News  (2-1-2009) memberitakan: “Serangan roket dari Gaza telah memaksa warga Israel untuk lari dalam jumlah yang makin banyak, meningkatkan keyakinan di kalangan pimpinan militer Israel bahwa misil Hamas bisa mengancam fasilitas nuklir paling rahasia bangsa Israel di Dimona.”

Kalangan di Israel takut kalau roket Hamas dibiarkan, hanya tinggal soal waktu sebelum instalasi nuklir di Dimona, yang terletak 32 kilometer di sebelah timur Beersheba, jatuh dalam sasaran roket Hamas.

Dimona adalah satu-satunya reaktor nuklir Israel dan banyak diyakini, di sanalah Israel menyimpan sekitar 200 hulu ledak nuklirnya.

Dari mana Hamas mendapatkan roketnya ? Sebelum ini, Iran banyak disebut sebagai pemasok roket Hamas. Kini, roket Hamas juga disebut buatan Cina.

Jangkauan roket Hamas yang paling jauh sekitar 40 km. Banyak yang mengatakan , itu roket Grad. Ini nama Rusia atau “Katyusha yang ditingkatkan”. Namun, Israel meyakini, roket yang ditembakkan ke Ashdod harus punya jangkauan 2 kali lebih jauh daripada BM-21 Grad. Foto yang dibuat atas roket yang jatuh di dekat Ashdod memperlihatkan bahwa  itu roket  122-mm, berarti juga bukan roket buatan Iran, apakah itu Oghab yang berjangkauan 34-45km atau Fajr/Ra’ad dengan jangkauan 45 km.

Dugaan pun lalu mengarah pada roket buatan China yang bernama WeiShe (yang secara harfiah berarti “Pengawal”). Keluarga roket WS yang berjenis sistem peluncur banyak (multiple launch rocket system) ini dikembangkan oleh Sichuan Aerospace Industry Corporation di Chengdu, Provinsi Sichuan, China. Seri roket WeiShi ini termasuk WS-1E 122-mm dengan jangkauan 40 km. Adapun roket Grad, Israel mengetahuinya dari roket yang ditembakkan ke Ashkelon.

Roket Qassam

Dari jenis-jenis roket Hamas, yang paling banyak selain Grad dan WeiShi  adalah roket Qassam yang jangkaunnya lebih pendek. Roket ini mulai diproduksi September 2001, menuyusul pecahnya intifada Al Aqsha.

qassam

Roket yang namanya diambil dari pejuang asal Suriah yang melawan kekuasaan kolonial Eropa di Timur Tengah pada tahun 1920-an dan 1930-an ini berbentuk silindris, dengan selongsongan besi. Roket ini tidak dilengkapi  sistem pengarah dan tidak akurat, tetapi ketika mulai dipergunakan untuk menyerang wilayah Israel, Maret 2002, ia menciptakan efek psikologis besar. Ini karena sebelum hadirnya Qassam, pejuang Paletina tidak punya alat untuk melakukan serangan jarak jauh.

Karena ukuran yang kecil sehingga mudah dibawa dan peluncurannya simpel, Israel kesulitan menghentikan produksinya.

Kini dilaporkan sudah ada Qassam-4 yang punya janagkauan 17 km.

Menanggapi serangan roket Qassam, Israel telah sering melancarkan serangan ke pabrik pembuatan dan tempat-tempat peluncuran di Jalur Gaza, juga memasang sistem radar pemberi peringatan dini untuk memberi tahu warganya agar bersenbunyi di tempat perlindungan bom.

Hamas dengan roket-roket yang belum akurat, tetapi jangkauannya makin jauh telah membuat Israel cemas dan kini Israel mengerahkan kekuatannya untuk membungkam roket-roket itu sebelum jangkauan mereka semakin mengancam Dimona (lokasi reaktor nuklir Israel) atau kota-kota besar Israel lainnya.

(Sumber: dicuplik dan diedit dari artikel berjudul “pesan dari Roket Hamas” oleh Ninok Leksono, harian Kompas, 14-1-2009).

qassam

qassam-launch

Peluncuran Qassam

grad-katyusha

mortar

MORTIR

hamas

anti-tank

Peluncur granat

peta-1

peta-2

israel-1israel-2israel-3israel-4

Roket Hamas menghantam wilayah Israel

peta-3

kekuatan